Day: November 17, 2022

  • Kunjungan Dosen Pembimbing Lapang OVOC ke Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor

    Kunjungan Dosen Pembimbing Lapang OVOC ke Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor

    30 Oktober 2022, peserta One Village One CEO yang ditugaskan di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor mengadakan pertemuan via zoom meeting untuk melakukan bimbingan pertama kali dengan bu Ani Nuraisyah, S.T.P., M.Si. selaku dosen fakultas Sekolah Bisnis. Bimbingan dilakukan selama kurang lebih 90 menit. Dimulai dari perkenalan anggota, sharing terkait progress, produk unggulan desa yang difokuskan, kendala selama di lapangan hingga menentukan tanggal untuk Dosen Pembimbing Lapang (DPL) melakukan kunjungan secara langsung. Sesuai kesepakatan antara peserta OVOC dan DPL, pada 3 November dilaksanakan pertemuan secara langsung di desa.

    Diskusi yang dilakukan mengenai produk inovasi yang dikembangkan oleh peserta OVOC. Menurut bu Ani, produk inovasi berupa beras rendah glikemik memiliki potensi untuk dikembangkan. Caranya dengan melakukan re-branding dengan kemasan yang lebih baik dan promosi mengenai kesehatan dari mengonsumsi beras rendah glikemik. Bu Ani menyarankan untuk melakukan penjualan secara meluas, tidak hanya secara offline tetapi juga secara online seperti di berbagai market place.

    Setelah membahas seputar produk unggulan yang difokuskan, peserta OVOC mengenalkan sumber daya alam lainnya yang melimpah di Desa Purwabakti kepada DPL. Selain pertanian dengan teraseringnya, ada perkebunan kopi, ternak domba, budidaya ikan, olahan kuliner masyarakat dan potensi wisata alam seperti curug (air terjun), pemandian air panas, perkebunan teh, panorama hutan pinus,bumi perkemahan serta adat kebudayaan.
    Bu Ani mengatakan bahwa Desa Purwabakti memiliki potensi sumber daya alam yang cukup tinggi untuk dikembangkan. Dilihat dari keadaan saat ini, Desa Purwabakti terus melakukan inovasi-inovasi terhadap sumber daya alam yang dimiliki. Hal tersebut tentunya dikelola langsung oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Bhakti Kencana Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

  • Crowdfunding Kerajinan Bambu Untuk Modal UMKM Ekowiata

    Crowdfunding Kerajinan Bambu Untuk Modal UMKM Ekowiata

    Rabu, 9 november 2022 tim OVOC Malang 1 mengunjungi klaster pengrajin bambu milik pak puji anwar atau yang kerap di kenal oleh warga sekitar dengan panggilan Mbah Jii. Kunjungan yang dilakukan dimaksudkan untuk melihat prototype yang sebelumnya sudah di rancang bersama. Sebelum memasuki tahap mass production diperlukan adanya prototype guna membuat model dan konsep awal produk yang akan di produksi. Prototype dibuat secara handmade oleh Mbah Jii bersama dengan istrinya, ditujukan sebagai hadiah yang akan diberikan kepada para donatur crowdfunding. 

    Diskusi lebih lanjut terkait harga yang akan dipatok untuk setiap sedotan dan wadah agar mendapatkan harga yang dapat diterima pasar serta saling menguntungkan. Jenis wadah dan jumlah sedotan akan menjadi level untuk crowdfunding. Semakin rumit bentuk dan motifnya maka akan semakin tinggi donasi yang harus diberikan. Target crowdfunding ini adalah untuk semua kalangan terutama para pecinta lingkungan baik lokal maupun mancanegara. Produk sedotan yang dibuat juga  diproduksi untuk bisa menjadi pasokan ke restoran-restoran besar dan cafe-cafe kecil. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan demi masa depan yang bersih dari plastik akan melirik produk-produk yang berkaitan dengan reuse, reduce, dan recycle. Oleh karena itu, sedotan bambu ini nantinya akan memberikan kontribusi yang cukup baik dalam menjaga lingkungan serta mensejahterakan petani bambu di sekitarnya.

  • Kunjungan dan Konsultasi Langsung DPL Garut 3 Mengenai Peluang “Agrowisata Alpukat”

    Kunjungan dan Konsultasi Langsung DPL Garut 3 Mengenai Peluang “Agrowisata Alpukat”

    Pada Sabtu siang (5/11/2022) Dosen Pebimbing Lapang (DPL) Garut 3 Ibu Liisa Firhani Rahmasari  mengadakan kunjungan serta sesi konsultasi langsung dengan Kelompok Garut 3. Pada sesi konsultasi langsung ini ada beberapa poin yang dibahas.Pertama mengenai progress kelompok Garut 3 yang bergerak di proyek “Hutan Carbon”. Pada sesi ini bu Liisa menayakan mengenai apa saja yang kami sudah lakukan di projek ini.

    Lalu kami mencertikan inti dari kegiatan kelompok Garut 3 terbagi menjadi dua bagian yaitu “Training serta Monitoring”. Training berupa pelatihan pelatihan langsung kepada petani yaitu “Pelatihan pembuatan bibit unggul dengan metode entres”,dan”Pelatihan pembuatan pupuk dasar dengan metode Fermentasi” bertempat di desa Jaya Mekar Kecamatan Pakenjeng Kab.Garut.

    Bu Liisa juga menekankan tetang manfaat serta tujuan apa dari pelatihan yang kami adakan.Kami menejelaskan bahwa kedua pelatihan tersebut memiliki manfaat sebagai edukasi serta tujuannya adalah agar para petani dapat menghasilkan bibit unggul secara mandiri yang memiliki nilai ekonomis daripada langsung membeli bibit unggul langsung serta efektifitas pupuk dasar yang sudah dfermentasi daripada tidak difermentasi sama sekali.

    Untuk kegiatan Controlling kelompok Garut 3 melakukan pengawasan langsung terhadap petani berupa monitoring langsung ke lapangan tempat pengajiran(pembuatan titik lubang tanam) serta pembuatan lubang tanam.


    Hal yang kedua dibahas saat konsultasi Garut 3 bersama DPL adalah mengenai output yang akan dicamtumkan pada saat laporan terakhir.

    Disini terdapat kebingungan Kelompok Garut 3 dikarenakan dalam literatur “OVOC” output yang dihasilkan dari kegiatan “OVOC” harus berupa produk inovasi dan sebagainya,namun pada projek “Hutan Karbon” untuk menghasilkan output nya dibutuhkan waktu yang lama dikarenakan proyek ini baru pada proses pratanam dan persiapan lahan dan membutuhkan waktu kira-kira 3-4 tahun untuk melihat outputnya.


    Maka dari itu Bu Liisa memiliki opini untuk output yang bakal dicamtumkan pada laporan terakhir yaitu berupa peluang potensi proyek ini menjadi “Agrowisata Alpukat” serta analisis perilaku konsumen mengenai “Agrowisata Alpukat” tersebut.Bu Liisa juga mencamtumkan tentang analisis ekonomi “Agrowista Alpukat” tersebut bagi perekonomian masyarakat sekitar.

  • Fasilitasi Pelatihan Latte Art, Tim OVOC Garut Tingkatkan Mutu Pegiat Kopi Hilir di Cikajang

    Fasilitasi Pelatihan Latte Art, Tim OVOC Garut Tingkatkan Mutu Pegiat Kopi Hilir di Cikajang

    Kecamatan Cikajang memiliki potensi kopi yang cukup besar dengan luas perkebunan sebesar 508,9 Ha. Saat ini masyarakat di Kecamatan Cikajang mulai sadar dengan potensi kopi yang dimilikinya, terbukti dengan banyak kedai kopi bermunculan dan terbentuknya BUMDesMa Kopi Cikajang. Namun sayangnya, masyarakat setempat masih kekurangan tenaga ahli untuk meningkatkan kemampuan pegiat kopi hilir.

    Pada tanggal 6 November 2022 Tim OVOC Garut bersama Ir. Hermawan Wana, MSi. selaku dosen pembimbing melakukan diskusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tim OVOC Garut melakukan observasi dengan mendatangi beberapa kedai di daerah Cikajang dan menemukan bahwa ada beberapa kedai kopi yang memiliki mesin untuk membuat latte art, tetapi belum termanfaatkan dengan baik karena penjaga kedai tidak memiliki kemampuan untuk membuat latte art.

    Purnawan, salah satu penjaga kedai, mengatakan bahwa  alat yang dimilikinya hanya digunakan untuk membuat espresso, sedangkan stimmer yang fungsinya untuk membuat foam latte art tidak digunakan karena memang belum memiliki kapasitas melakukannya. Hasil diskusi lanjutan Tim OVOC Garut dan Ir. Hermawan Wana, Msi. menggagas untuk memfasilitasi training basic latte art kepada penjaga kedai kopi di wilayah BUMDesMa Kopi Cikajang.

    Jumat, 11 November 2022 dilaksanakan Training Basic Latte Art di FJ Caf,  Desa Cikandang. Trainer dari acara ini adalah Ilham, seorang barista yang memang mendalami bidang latte art. Di kegiatan ini Ilham memaparkan teori dasar untuk membuat latte art dan memberikan contoh cara membuat latte art. 

    Kemudian, setiap peserta mencoba langsung membuat latte art sambil dibimbing oleh Ilham. Pada akhir kegiatan, setiap peserta diminta membuat 1 karya latte art terbaiknya tanpa dibantu oleh Ilham.

    “Kegiatan seperti ini sangat baik dan bermanfaat bagi kami, khususnya pegiat kopi hilir di desa yang memang memiliki keterbatasan akses untuk belajar. Harapannya kegiatan ini bisa terus ada dan dilanjut tidak hanya basic latte art, mungkin latte art tingkat mahir, atau kegiatan lain yang bisa meningkatkan skill kami sebagai penjaga kedai.”

  • Peserta OVOC Mengadakan Pelatihan Mengenai Budidaya Tanaman Kopi Berbasis Good Agricultural Practicies (GAP)

    Peserta OVOC Mengadakan Pelatihan Mengenai Budidaya Tanaman Kopi Berbasis Good Agricultural Practicies (GAP)

    Blitar-Sabtu (05/11/22) Tim Blitar 2 mengadakan pelatihan mengenai Budidaya Tanaman Kopi yang berbasis Good Agricultural Practicies di Desa Balerejo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, yang didatangkan narasumber dari Kopi Cikajang yaitu Kak Bernard Langoday.

    Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Ibu Ir. Wien Kuntari, M.Si hadir mengikuti pelatihan tersebut berserta rekan rekan yang lainnya. Para petani yang hadir berjumlah 30 orang petani Kopi yang ada didesa balerejo sangat berantusias untuk mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan ilmu ilmu yang telah diberikan mengenai budidaya kopi, pembuatan pupuk, cara menanam bibit dan lainnya. 

    Cara pembuatan pupuk ini ada alat dan bahan yang digunakan, yaitu seperti Perlengkapan safety, Gayung, Ember, Tanah, kotoran ternak, pelepah pisang dan lain lain. Praktik melakukan pembuatan pupuk ini berlangsung di kebun Kopi milik warga desa balerejo. Para petani mobilisasi ke tempat yang sudah disediakan untuk mempelajari bagaimana cara menanam bibit kopi yang baik dan yang benar. 

    Cara menanam nya yaitu dengan kemiringan kopi 25% lahan yang kering dengan kedalamannya yang tidak efektif. Kelemahan bibit liar yaitu tidak mengetahui bibit berasal dari tanaman yang matang atau tidak, bambu sebgai kerangka bangunan memakai atap pohon kelapa untuk menyemai bibit. 

    Disemai itu dicuci dulu, biji kopi harus dibelah lalu disemai. Pelatihan di akhiri dengan adanya hiburan dan hadiah untuk para petani yang aktif bertanya kepada narasumber yang telah dipelajar.

  • Monitoring oleh Dosen Pembimbing Lapangan di Lokasi MBKM One Village One CEO (OVOC)

    Monitoring oleh Dosen Pembimbing Lapangan di Lokasi MBKM One Village One CEO (OVOC)

    Dosen Pembimbing Lapangan melakukan monitoring di lokasi MBKM One Village One CEO (OVOC) IPB University. Tim One Village One CEO (OVOC) IPB University kelompok 54 mendapat kunjungan dari DPL yaitu ibu Anita Primaswari Widhiani S.P., M.Si. yang merupakan dosen dari Sekolah Bisnis IPB University pada tanggal 6 November 2022. 

    Di hari ini tim menyampaikan progress dan kendala dari program yang telah dilakukan untuk desa kepada DPL. Kemudian DPL memberikan solusi dan masukan untuk tiap program dan kendala yang ada. Beberapa lokasi yang dikunjungi adalah kantor BUMDes Kabandungan, kantor Kepala Desa Kabandungan, dan lahan petani pepaya.

    Berbagai kegiatan telah dilaksanakan. Salah satu kegiatan mahasiswa adalah membantu para petani melakukan penanaman dan pemanenan berbagai tanaman hortikultur. Bukan hanya itu, mahasiswa program One Village One CEO (OVOC) juga membantu menginisiasi pembuatan pusat pembibitan untuk berbagai tanaman yang mana bekerja sama dengan BUMDes Kabandungan. 

    Menurut ketua BUMDes Kabandungan, Kang Beddy bahwa beliau sangat terbantu dalam hal pengembangan budidaya tanaman yang ada di Desa Kabandungan, karena mahasiswa telah menginiasiasi membuat pusat pembibitan untuk para petani holtikultur yang ada di Desa Kabandungan, tapi tidak hanya tanaman holtikultur adapun usaha budidaya tanaman pepaya jenis calina yang sedang dikembangkan oleh BUMDes serta bekerja sama dengan PT. Astra International TBK. 

    Bisa melakukan pembibitan di pusat pembibitan ini. 

    Anita Primaswari Widhiani S.P., M.Si selaku dosen pembimbing lapangan kelompok 54 juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua BUMDes Kabandungan, kang beddy yang telah menerima dan membantu mahasiswa IPB University yang sedang mendapatkan tugas di Desa kabandungan, kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi dalam program MBKM One Village One CEO (OVOC).

  • Launching Klinik Kopi, Kick Off Penanaman 1000 Pohon Kopi dan Peresmian Keputusan Kelompok Tani

    Launching Klinik Kopi, Kick Off Penanaman 1000 Pohon Kopi dan Peresmian Keputusan Kelompok Tani

    Memasuki minggu Ke-9, Tim One Village One CEO (OVOC) yang berada di Desa Tumbang Baloi, Kalimantan Tengah sudah memasuki puncak kegiatan yaitu Launching Klinik Kopi, Kick Off Penanaman 1000 Pohon Kopi, dan Peresmian Surat Keputusan Kelompok Tani. 

    Acara ini merupakan puncak kegiatan dari projek yang telah dirancang selama kurang lebih 2 setengah bulan. Adapun lokasi kegiatan ini bertempat di Desa Tumbang Baloi, Kalimantan Tengah. 

    Acara ini dihari oleh Bapak Qomarudin Hamka selaku Kepala Desa Tumbang Baloi, Bapak Asan Busri  selaku Direktur BUMDes Baloi Usaha Mandiri, Bapak Riawan selaku Perwakilan dari PT Adaro Maruwai Coal, Bapak Muhammad Bachtiar S.T.P.,M.M, Bapak Asaduddin Abdullah, B.Sc, M.Sc selaku Dosen Pembimbing Lapang, Bapak Bernardo Langoday S.P dan Bapak Sunardi, SP, M. Si selaku tim ahli dari IPB University, beberapa perwakilan dari panitia One Village One CEO (OVOC), Perwakilan guru dan siswa — siswi  SMPN 2 Satu Atap Barito Tuhup Raya, serta Kelompok Tani Kopi. 

    Launching Klinik Kopi ini dilaksanakan pada (12/11/2022) pukul 09.00 sampai pukul 12.00 WIB. Adapun istilah dari Klinik Kopi ini digunakan untuk pusat dari edukasi kopi dan pertanian kopi di Desa Tumbang Baloi. 

    Rangkaian kegiatan acara ini dimulai dari Penyerahan dan Penandatanganan Surat Keputusan Kelompok Tani Oleh Direktur Bumdes dan Kepala Desa, Serah Terima Fasilitas Nursery Klinik Kopi Dan Packaging Serta Realisasi Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SMPN 2 Satu Atap Barito Tuhup Raya, Launching Klinik Kopi dengan simbolis Pemotongan Pita, dan ditutup dengan Ceremonial Penanaman secara simbolis oleh 3 Pihak, yakni perwakilan PT Adaro Maruwai Coal Bapak Riawan, IPB University Bapak Bernardo Langoday, dan Kepala Desa Tumbang Baloi. 

    Kedepannya Klinik Kopi ini akan menjadi pertanian terintegrasi mulai dari kebun pembibitan, pengeringan hingga ke pengolahan kopi. Kemudian dengan adanya fasilitas yang telah diberikan dan terbentuknya kelompok tani kopi Desa Tumbang Baloi, diharapkan bisa meningkatkan motivasi masyarakat agar pertanian kopi di Desa Tumbang Baloi ini bisa kembali hidup dan memberikan nilai eksistensi tinggi baik di dalam kegiatan impor maupun ekspor kopi nantinya.

  • Pelatihan Budidaya Tanaman Perkarangan dan Pengolahan Tanah Bersama Masyarakat Murung Raya, Kalimantan Tengah

    Pelatihan Budidaya Tanaman Perkarangan dan Pengolahan Tanah Bersama Masyarakat Murung Raya, Kalimantan Tengah

    Jumat, 11 November 2022 telah dilaksanakan pelatihan yang bertempat di Bumdes Hingan Tokung. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 30 orang masyarakat dari beberapa perwakilan 4 desa, yaitu Tumbang Baloi, Batu Tojah, Tumbang Bauh dan Hingan Tokung. Kegiatan ini mengangkat tajuk yaitu ” Pelatihan Budidaya Tanaman Perkarangan dan Pengolahan Tanah” dengan Narasumber Bapak Asaduddin Abdullah, B.Sc, M.Sc, Muchammad Bachtiar S.T.P., M.M, Sunardi, SP, M. Si. 

    Adapun tujuan dari pelatihan kali ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara mereka untuk memperdayakan karangan rumah mereka agar bisa menghasilkan suatu output yang bisa menguntungkan mereka, dan juga masyarakat di ajarkan bagaimana cara melakukan penjualan dengan melakukan riset pasar terlebih dahulu. 

    “Kita harus tau barang atau Produk apa yang diingikan konsumen ” ujar Asaduddin Abdullah, B.Sc, M.Sc selaku Narasumber pada pelatihan, dan juga masyarakat diajarakan Analisis S.W.O.T. 

    “Kendala apa yang dihadapi masyarakat terkait pemaparan pelatihan yang di sampaikan” ujar Muchammad Bachtiar S.T.P., M.M selaku moderator pada acara palatihan tersebut. Dari pertanyaan moderator beberapa masyarakat mengeluhkan unsur tanah yang kurang subuh setelah panen pertama dilaksanakan mereka ingin menggunakan pupuk kimia tetapi karena harga pupuk yang tidak terjangkau. Dari hal tersebut sehingga di sarankan kepada masyarakat agar menggunakan pupuk kompos, karena pupuk kompos mudah untuk di buat dan tidak perlu mengeluarkan modal yang cukup besar. Berakhirnya sesi pelatihan pada hari itu masyarakat mengharapkan agar bisa ada perubahan yang di rasakan oleh masyarakat.Dengan hal itu bisa mendorong perekonomian masyarakat dari ke 4 desa tersebut sehingga bisa menjadi desa yang maju.